Wednesday, 17 July 2013

Proses Penjodohan Burung Kenari

Ada yang bilang menjodohkan burung kenari susah-susah gampang, karena walaupun sama-sama burung kenari, namun individu dari masing-masing kenari memiliki karakter yang berbeda-beda. Dalam hal ini penulis mencoba untuk berbagi pengalaman menjodohkan burung kenarinya berdasarkan literarure dan pengalaman yang dialami.

Syarat utama proses penjodohan burung kenari yaitu Usia burung yang sudah siap produksi, sekitar 8 bulan keatas untuk burung kenari jantan dan 6 bulan keatas untuk burung kenari betina. Namun untuk burung kenari import seperti yorksire (YS) banyak literatur yang menjelaskan usianya satu tahun keatas. Kemudian sarana penunjang ternak seperti sangkar dalam kandang, dan sebagainya, serta proses penjodohannya itu sendiri
Banyak Literatur yang memberikan tata cara untuk menjodohkan burung kenari. Diantaranya dengan memasukan burung pejantan dan burung betina kedalam satu sangkar pada saat sudah birahi, kemudian setelah pasangan burung kawin dua sampai tiga kali, burung kenari jantan di pisahkan dengan burung kenari betinanya. Hal ini dilakukan secara terus menerus selama 3 hari berturut-turut.



Berbeda dengan PTBM yang tidak menerapkan teori tersebut diatas. Karena penulis menganggap bahwa pada saat bertelur, mengeram dan membersarkan anaknya burung kenari betina memerlukan bantuan burung jantan agar dapat saling membantu dalam hal memberi makan dan kasih sayang, minimal 2 minggu setelah masa penetasan.

Dari berbagai literatur disebutkan banyak dijelaskan cirri-ciri burung yang siap untuk dikawinkan dan siap untuk bertelur. Memang setelah diamati memang banyak benar / kesamaan dengan literature yang ada. PTMB membahas sedikit lebih detail sesuai dengan pengalaman yang sedang dialami.
Adapun ciri-ciri burung kenari yang siap untuk dikawinkan adalah sebagai berikut:
pada saat jantan didekatkan dengan betina sijantan akan mengejar sangkar burung betina dengan bunyi yang kenceng dan betinanya menggelepar-geleparkan sayapnya tanda  minta kawin.

Pada saat sore hari atau menjelang tidur kenari betina dan jantan tidur berdekatan.
Sewaktu-waktu antara kenari betina dan jantan saling meloloh (menyuapi) makanan Jika didalam kandang betina di dikasih sarang beserta isinya, kenari betina akan menyusun atau merapihkan isi sarang, jika isi sarang sedang disusun biasanya betina siap ternak. Dan apabila proses perkawinan telah terjadi dan burung kenari jantan dipisahkan dengan burung kenari betina, biasanya burung kenari betina sering memanggil-manggil burung kenari jantan begitupun sebaliknya. Literatur lain menulis burung kenari betina yang siap ternak di tandai dengan sukanya merobek-robek kertas, mungkin yang dimaksud dengan merobek-robek kertas disini dilakukan untuk membuat sarangnya. Seperti yang penulis amati pada saat burung kenarinya sudah siap ternak menyobek-nyobek tissue untuk di susun didalam sarangnya. Biasanya setelah sarang benar-benar tersusun dan membentuk hurup O, paling lama 3 hari kemudian burung kenari akan bertelur.

Dalam hal penyediaan sarang dalam kandang betina, PTBM menyediakan sarang dengan sabut kelapa yang agak halus ke dalam batok kelapa. Setelah terlihat sibetina mulai menyusun sarang dalam kandang barulah PTBM menjepitkan serat nanas yang halus serta sobekan tissue di pinggir kandang dengan menggunakan penjepit kertas.

Berdasarkan pengalaman, apabila langsung menggunakan serat nanas yang sangat halus didalam sangkar, dalam proses pembuatan sangkar yang pertama banyak serat nanas yang dibuang-buang oleh burung kenari betina. Berbeda bila yang kita masukan kedalam sangkar adalah serabut kelapa terlebih dahulu, memang ada serabut kelapa yang terbuang pada saat pembuatan sarang namun tidak sebanyak serat nanas. Mungkin karena serat nanas sangatlah halus dan ringan, sehingga akan lebih nyaman apabila diletakan dibagian atas sarang untuk proses pengeraman. Hal ini penulis lakukan dikarenakan harga serat nanas yang lebih mahal sedikit dari sabut kelapa, xiixii lagi belajar hemat :D

Biarkan burung kenari betina menyusun sarangnya sendiri, sebab hanya burung kenari betina yang akan merasakan nyaman / tidaknya sarang yang akan dipakai untuk mengeram.

Ketika sudah mulai terlihat siap ternak dan kedua burung kenari dalam keadaan birahi, satukan burung kenari jantan dengan burung kenari betina, biarkan mereka kawin hingga menetaskan anaknya. Metode yang PTBM lakukan memang berdeda dengan kebanyakan peternak burung kenari lainnya yang membiarkan burung kenari betina sendiri setelah proses perkawinan. Hal ini dikarenakan pada saat mengamati proses perkawinan hingga bertelur, sang jantan selalu mendampingi dan membantu si betina. Tak jarang burung kenari jantan menyuapi burung kenari betina yang tengah bertelur atau mengerami telurnya.

Dalam masa pengeraman telurnya disarankan agar burung betina tidak terlalu sering mandi, karena dikhawatirkannya suhu tubuh burung betina yang sering mandi menjadi tidak optimal dan mengakibatkan gagalnya telur menetas. Oleh sebab itu usahakan tidak menyediakan tempat minum yang memungkinkan burung kenari untuk melakukan ritual mandinya. PTBM mensiasatinya dengan menggunakan tempat minum mini dengan cup yang tidak terlalu besar seperti gambar ini.

Waktu rata-rata pengeraman telur burung kenari selama 14 hari setelah telur terakhir, jadi estimasi telur kenari PTBM diperkirakan sekitar tanggal 28 July. Semoga menetas dengan lancar… Amiin.
Untuk mengetahui ciri-ciri burung kenari yang akan bertelur dapat di klik disini



Salam

Bunda Mano

No comments:

Post a Comment